Sunday, September 4, 2016

KANKER NASOFARING

KANKER NASOFARING


       Kanker Nasofaring adalah jenis kanker yang tumbuh di rongga belakang hidung dan belakang langit-langit rongga mulut. Penyebab kanker nasofaring belum diketahui dengan pasti.
        Kanker nasofaring juga dikaitkan dengan adanya virus epstein bar.
       Kanker nasofaring banyak dijumpai pada orang-orang ras mongoloid, yaitu penduduk Cina bagian selatan, Hong Kong, Thailand, Malaysia dan Indonesia juga di daerah India. Ras kulit putih jarang ditemui terkena kanker jenis ini.
        Selain itu kanker nasofaring juga merupakan jenis kanker yang diturunkan secara genetik.

FAKTOR RESIKO
       mengonsumsi makanan yang mengandung bahan pengawet, termasuk makanan yang diawetkan dengan cara diasinkan atau diasap.
        Sering mengonsumsi makanan dan minuman yang panas atau bersifat panas dan merangsang selaput lendir, seperti yang mengandung alkohol.
        Selain itu, sering mengisap asap rokok, asap minyak tanah, asap kayu bakar, asap obat nyamuk, atau asap candu.Sering mengisap udara yang penuh asap atau rumah yang pergantian udaranya kurang baik.
       Faktor genetik, yakni yang mempunyai garis keturunan penderta kanker nasofaring.

GEJALA
       Letak nasofaring yang tersembunyi di belakang hidung atau belakang langit-langit rongga mulut menyebabkan serangan kanker ini sering kali terlambat diketahui.
        Namun, biasanya pada stadium dini menunjukkan gejala-gejala sebagai berikut:
                 Di dalam telinga timbul suara berdengung dan terasa penuh tanpa disertai rasa sakit sampai pendengaran berkurang.
       Hidung sedikit mimisan, tetapi berulang.
       Hidung tersumbat terus-menerus, kemudian pilek.
       Kelenjar getah bening pada leher membesar.
       Mata menjadi juling, penglihatan ganda, dan mata bisa menonjol keluar
        Sering timbul nyeri dan sakit kepala.

 Penyebab Kanker Nasofaring
       Hingga saat ini belum diketahui penyebab pasti kanker nasofaring.
        Namun, kanker ini sangat erat kaitannya dengan virus Epstein-Barr (EBV).
       Meskipun pada infeksi EBV umum, artinya tidak semua orang yang terinfeksi EBV akan mengembangkan kanker nasofaring.

Pemeriksaan
Pemeriksan adanya kanker nasofaring dapat dilakukan dengan :
v  CT Scan,
v  rhinoskopi anterior dan posterior,
v  nasofaringoskopi,
v  biopsi dan pemeriksaan histopatologi.
Karena itu, jika ada keluhan pada telinga dan hidung di satu sisi yang tidak kunjung sembuh harus segera diperiksakan ke dokter THT.
Dengan tindakan yang cepat dan ditemukannya kanker pada stadium dini, kemungkinan untuk sembuh semakin besar.

Disamping itu, ada beberapa faktor risiko yang membuat seseorang lebih rentan terkena kanker nasofaring, yaitu:
       Laki-laki
       Usia di bawah 55 tahun
       Sering makan makanan yang asin
       Memiliki riwayat keluarga kanker nasofaring
       Perokok
       Peminum Alkohol
       Terpapar debu atau bahan kimia yang mengandung formaldehid

Pengobatan Kanker Nasofaring
       Jenis Pengobatan akan disesuaikan dengan
  1. Lokasi tumor
  2. Tahap tumor
  3. Kesehatan pasien secara keseluruhan
       Modalitas Pengobatan Kanker Nasofaring meliputi:
  1. Terapi Radiasi. Pengobatan standar awal
  2. Operasi atau pembedahan
  3. Obat biologis. Meningkatkan sisitem daya tahan tubuh untuk membunuh sel kanker contohnya Bevacizumab
  4. Kemoterapi. Penggunaan obat yang membunuh sel-sel kanker.
Pencegahan
       Ciptakan lingkungan hidup dan lingkungan kerja yang sehat, serta usahakan agar pergantian udara (sirkulasi udara) lancar.
       Hindari polusi udara, seperti kontak dengan gas hasil zat-zat kimia, asap industry, asap kayu, asap rokok, asap minyak tanah dan polusi lain yang dapat mengaktifkan virus Epstein bar.

Hindari mengonsumsi makanan yang diawetkan, makanan yang panas, atau makanan yang merangsang selaput lender.

0 komentar:

Post a Comment